Menurut Departemen Pengadilan Amerika, kasus ini dipercaya sebagai kasus hacking dan pencurian identitas terbesar. Tuntutan yang diberikan ke para tersangka ini berupa konspirasi, serangan ke komputer, pencurian dan penipuan identitas, juga termasuk menembus pertahanan komputer utama milik sembilan retailer berbeda.
Berdasarkan dakwaan hakim federal Boston, tersangka telah meng-hack kedalam jaringan komputer wireless milik retailer TJX Cos, BJ’s Wholesale Club, OfficeMax, Boston Market, Barnes & Noble, Sport Authority, Foverer 21 dan DSW. Tiga tersangka merupakan warganegara Amerika, tiga dari Estonia, tiga dari Ukraina, dua dari China dan satu dari Belarus.
“Di saat teknologi membuat hidup kita lebih mudah, namun di lain hal juga menimbulkan kelemahan baru,” ujar Jaksa Amerika, Michael Sullivan. “Kasus ini jelas menunjukkan bagaimana hanya dengan memencet keyboard dengan tujuan kriminal menghasilkan uang.”
Sullivan mengatakan para pencuri merupakan orang-orang yang jenius di bidang komputer, dengan menggunakan teknik yang disebut dengan “wardriving”, dengan menjelajah di beberapa tempat dengan menggunakan laptop dan mencari sinyal wirelles yang terhubung ke internet. Kemudian mereka memetakan jaringan komputer yang ada lubang keamanannya, kemudian mereka meng-install program sniffer yang menangkap nomor kartu kredit dan debit.
Data penting yang dicuri para tersangka disimpan didua Server, di Ukraina dan Latvia. Salah satu diantaranya terdapat lebih dari 25 juta nomor kartu kredit dan debit, sedangkan yang satunya lebih dari 16 juta, ujar Sullivan.
“Mereka berpengalaman menggunakan teknik hacking komputer yang memungkinkan mereka menembus sistem keamanan dan meng-instal program yang mengumpulkan banyak sekali data finansial orang lain, dan diduga mereka memakai untuk kepentingan pribadi dan sisanya dijualnya ke orang lain,” ujar Jendral Kejaksaan, Michael Mukasey, dalam konferensi persnya.“Total, mereka menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi bank, retailer, dan konsumen.”
Selain itu, Mukasey mengatakan bahwa besarnya jumlah yang dicuri tersangka “Tidak mungkin untuk diketahui saat ini”. Dia juga berkata, para petugas masih belum dapat mengidentifikasi semua korban pencurian nomor kartu kredit dan debit.
Oleh : Arief Lukman
FTI – Universitas Atma Jaya
Diskusikan berita ini di Diskusi BeritaNET.com
